Sektor Pertanian Dipastikan Tetap Eksis

    Kundur News – Denpasar – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta memastikan bahwa sektor pertanian Bali akan tetap eksis dan tetap mampu bersaing dengan sektor lainnya. Apalagi sektor pertanian sebagai sektor penyedia pangan.

    BACA: Bali Target Wujudkan Ketahanan Pangan Bali

    Demikian disampaikan Sudikerta saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Padi, Jagung, Bawang dan Cabai (PAJALE BABE) Masa Tanam Oktober 2017-Maret 2018, di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali.

    Sudikerta menyampaikan bahwa sektor pertanian dalam arti luas yang meliputi sub sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan di Provvinsi Bali masih memegang peranan yang penting dalam pembangunan daerah. Kontribusi lapangan usaha sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Bali cukup tinggi yaitu tercatat sebesar 14,34%. Kontribusi pertanian merupakan terbesar kedua setelah lapangan usaha akomodasi sebesar 23,40%.

    Menurut Sudikerta, memperhatikan peran sektor pertanian yang cukup strategis baik dalam menopang pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, penanggunalangan kemiskinan dan pengangguran serta penyedia pangan, perlu dilakukan dengan cara-cara strategis dan saling melakukan koordinasi antar sektor. Sehingga sektor pertanian untuk saat ini dan pada waktu yang akan datang akan tetap menjadi prioritas.

    Sudikerta mengungkapkan pelaksaan UPSUS yang selama ini telah berkoordinasi dengan jajaran TNI AD telah secara intensif dilaksanakan sejak tahun 2015 dan akan dilanjutkan pada musim tanam tahun berikutnya.

    Ia berharap, kepada jajaran TNI pendampingan tidak saja pada pelaksanaan program UPSUS PAJALE BABE, akan tetapi lebih luas. Meliputi berbagai program pembangunan bidang pertanian, antara lain pengembangan infrastruktur pertanian, pengawalan distribusi sarana produksi pertanian dan mobilisasi peralatan mesin pertanian, serta berbagai kegiatan lainnya. Ia berharap, dengan kerjasama yang saling terkait antar satu dengan yang lainnya ini dapat membangun produk pertanian di Provinsi Bali semakin unggul.*