BATAM – Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura melakukan audiensi dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), untuk membahas rencana pemanfaatan Pulau Sembur, Galang Baru, Kota Batam, Rabu (23/9/2026) di Graha Kepri Batam.

Audiensi yang dilakukan membahas potensi pengembangan energi baru dan terbarukan, sekaligus dampaknya bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Dalam kesempatan itu Nyanyang Haris Pratamura menekankan pentingnya memastikan setiap rencana pengembangan energi, tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan serta kesejahteraan warga.

Ia juga membuka peluang agar dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) atau Coorporate Socoal Responsibility (CSR), dapat diarahkan untuk membantu masyarakat di sekitar kawasan.

“Kalau ada anggaran ataupun CSR yang diberikan untuk masyarakat, tentu harus memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.

Dia menilai, pembahasan bersama Pertamina NRE menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat terkait rencana pemanfaatan Pulau Sembur.

Nyanyang Haris Pratamura berharap, pengembangan energi di kawasan tersebut nantinya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, serta mendukung program pemerintah di bidang energi.

Sementara itu, Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE, Susanto August Satria, memaparkan sejumlah rencana dan kondisi teknis terkait pengembangan energi di kawasan Pulau Sembur.

Susanto August Satria menyebutkan, Pertamina NRE telah memiliki pengalaman dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya.

“Pertamina NRE juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang berada di sekitar kawasan. Karena itu, aspek keterlibatan warga, kebutuhan sumber daya manusia hingga dukungan pemerintah daerah, menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses pengembangan,” jelas Susanto August Satria.

Menurutnya, keberadaan masyarakat di sekitar kawasan menjadi salah satu aspek penting, dalam memastikan keberlanjutan proyek.

“Yang kami lihat bukan hanya sisi teknisnya, tetapi juga bagaimana kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan melibatkan masyarakat,” kata Susanto August Satria.

Dijelaskannya, pemanfaatan lahan masyarakat menjadi salah satu perhatian, dalam rencana pengembangan pembangkit energi surya di Pulau Sembur.

Pertamina NRE juga menyampaikan kondisi infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut, masih membutuhkan pengembangan. Saat ini terdapat fasilitas pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.(*)

Previous articleRutan Karimun Terima Kunjungan Dari Kanmenag dan Serahkan SK Penyuluh Agama
Next articleWagub Kepri Dorong SBT Perkuat Perlindungan dan Aktivitas Masyarakat Perbatasan, Dalam Pertemuan Bersama Pemkab Karimun dan Pemkab Meranti Serta Pihak Terkait