BATAM – Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran aparat penegak hukum dan seluruh instansi yang terlibat, dalam pengungkapan penyelundupan narkotika jenis Ketamine HCL seberat 800 kilogram melalui jalur laut di perairan Natuna.

Apresiasi tersebut disampaikan Ansar Ahmad dalam konferensi pers operasi gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepri dalam pengungkapan narkotika jenis Ketamine HCL 800 kilogram, di Mapolda Kepri, Selasa (1/9/2026).

“Kepri memang merupakan wilayah perbatasan dan salah satu teras negara di wilayah barat. Karena itu, kita semua patut bersyukur dan memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh aparat, dalam menjaga kedaulatan negara dari berbagai bentuk kejahatan transnasional,” ujar Ansar Ahmad.

Menurutnya, posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara, menjadikan wilayah ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika dan berbagai bentuk penyelundupan melalui jalur laut.

Ansar Ahmad menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan, memiliki komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kondusifitas daerah.

Hal ini kata dia sangat penting, mengingat Kepri merupakan salah satu daerah tujuan investasi nasional, sekaligus memiliki sejumlah destinasi unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Karena itu, Ansar Ahmad meminta para pelaku investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), tidak perlu merasa khawatir dalam menjalankan aktifitas investasi di Kepri.

“Kepada seluruh pelaku investasi di Kepri, baik PMA maupun PMDN, yang sudah eksis maupun yang sedang berproses, kami ingin menyampaikan agar tidak perlu merasa khawatir. Kepri tetap merupakan daerah yang aman dan kondusif untuk melakukan berbagai aktifitas investasi,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan seluruh unsur terkait berkomitmen, memberikan dukungan terhadap investasi yang beroperasi di Kepri, sepanjang sesuai dengan ketentuan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Namun demikian, Ansar Ahmad menegaskan seluruh pihak memiliki kewajiban untuk bersama-sama memberantas segala bentuk kegiatan yang melanggar hukum, termasuk peredaran narkotika dan penyelundupan berbagai komoditas terlarang.

Ansar Ahmad berharap, keberhasilan operasi gabungan tersebut semakin memperkuat soliditas dan kolaborasi antarinstansi, dalam menjaga keamanan wilayah Kepri dan Indonesia secara keseluruhan.

“Semoga apa yang kita lakukan, selain menjadi tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, juga menjadi amal kebaikan bagi kita. Mari terus memperkuat soliditas dan memperkokoh kolaborasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono, Dirjen Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Aswin Sipayung, Deputi Bidang Penindakan BPOM RI Irjen Pol. Tubagus Ade Hidayat, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, serta sejumlah pejabat dari Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan BPOM RI.(*)

Previous articleBupati Buka Diklat Berjenjang Tingkat Mahir Bagi Tenaga Pendidik PAUD se Kabupaten Karimun