Kundurnews – Jakarta – Pemerintah tengah mempercepat penyelesaian konsolidasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Deputi Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan, 10.000 ATM Himbara bisa selesai akhir tahun ini.

Kata dia, hal ini didukung oleh setiap proses yang harus dilewati telah berjalan dengan lancar. Sekarang tinggal menunggu tarif atau biaya transaksi untuk ATM tersebut, karena masih dibahas di Himbara.

“Akhir tahun ini mungkin kita akan launching untuk 10.000 ATM himbara yang sudah jadi, dan ke depan akan selesai semua,” ujar Gatot yang dilansir detikcom, Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Meski masih dibahas, sinergi ini diyakini akan membuat biaya tarik tunai beda bank sesama anggota Himbara akan semakin murah. Sebagai gambaran saja, berkat sinergi yang sudah dilakukan sebelumnya, biaya transaksi antar bank Himbara turun hingga 90% dari semula Rp 4.000 menjadi hanya Rp 500.

Dengan perluasan sinergi yang menyentuh ke level pengelolaan ATM ini, diharapkan nasabah bank-bank anggota Himbara akan semakin dimanjakan. Selama ini, nasabah masih dikenakan biaya tarik tunai beda bank sebesar Rp Rp 6.500. Kesepakatan terkait tarif baru akan rampung sebelum proses integrasi 10.000 ATM bank BUMN.

“Soal tarif itu sedang dikerjakan. Yang pasti ke depan akan selesai semua. Jadi akhir tahun ini mungkin akan launching untuk 10.000 atm himbara,” tambahnya.

PT Telekomunikasi Indonesia (Tbk) Telkom sendiri akan menjadi perusahaan layanan switching guna mengoptimalkan layanan ATM bank-bank pelat merah tersebut. Proses pembentukan perusahaan switching Himbara ini telah mendapat izin prinsipal dari Bank Indonesia (BI).

Saat ini, pihaknya masih menunggu pembentukan badan hukum switching Himbara dan peraturan pemerintah (PP) mengenai holding bank BUMN.

“Dengan Link, kita sudah minta kepada BI, dan sudah oke untuk izinnya, sambil proses jalan. Jadi itu nanti sama-sama Telkom juga dan BI sudah setuju secara fisik, Link sebagai anchor nya,” tutur dia.

“BI bilang sudah setuju kita bawa akselerasi. Desember ini mudah-mudahan selesai 10.000 ATM itu Desember ini,” tukasnya.*

 

(detikcom)