BINTAN – Gubernur Kepri Ansar Ahmad melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I Pelabuhan Penyeberangan Tanjunguban, bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodopada, di Kabupaten Bintan, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, peningkatan kapasitas pelabuhan ASDP Tanjunguban akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan, serta berpengaruh terhadap sektor pariwisata dan investasi yang menjadi motor penggerak ekonomi Kepri.

Dijelaskan Ansar Ahmad, Kepri merupakan Provinsi berciri kepulauan dengan sekitar 98 persen wilayah berupa lautan dan hanya dua persen daratan. Provinsi ini memiliki 2.028 pulau, 394 di antaranya berpenghuni, serta 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN.

“Konektivitas merupakan urat nadi pembangunan Kepri. Tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk menjamin kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok antar pulau,” ujar Ansar Ahmad.

Menurutnya, pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I akan menjadi solusi, terhadap antrean kendaraan dan tingginya waktu tunggu yang selama ini kerap terjadi, terutama pada musim liburan dan periode puncak perjalanan.

“Ketika fasilitas ini selesai dibangun, persoalan antrean panjang yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat dapat diminimalkan. Pelayanan akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien,” sebutnya.

Ansar Ahmad menambahkan, peningkatan kapasitas pelabuhan juga akan memberikan dampak positif, terhadap sektor pariwisata dan investasi yang menjadi motor penggerak ekonomi Kepri.

Ia menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri tahun 2025 mencapai sekitar 2,15 juta orang, menjadikan Kepri sebagai destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Sementara realisasi investasi pada periode yang sama mencapai hampir Rp69 triliun, melampaui target pemerintah pusat sebesar Rp48 triliun.

“Kelancaran arus orang dan barang akan semakin memperkuat daya saing daerah, mendukung pertumbuhan investasi, serta meningkatkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Kepri,” ungkapnya.

Dia berharap, proyek infrastruktur strategis yang digagas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), mampu meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan pada salah satu jalur transportasi laut tersibuk di Kepri.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, pembangunan Dermaga II berkapasitas 1.000 GT dan peningkatan kapasitas Dermaga I menjadi 2.000 GT merupakan langkah strategis, untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain pembangunan di Tanjung Uban, ASDP juga akan melakukan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, sebagai bagian dari penguatan layanan penyeberangan secara menyeluruh di wilayah Kepri.

“Melalui proyek ini, layanan penyeberangan akan menjadi lebih lancar, aman, dan efisien. Kami berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada November 2026, sehingga dapat mulai dioperasikan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.(*)

Previous article70 ASN Pemkab Karimun Ikuti Pembekalan Penguatan Karakter Bangsa di Kodim 0317 TBK
Next articleDiskominfo Kepri Gelar Pembekalan Pengisian SAQ untuk PPID Pelaksana, Persiapan Jelang Monev 2026