blast-in-china-kill-38-people
blast-in-china-kill-38-people

BEIJING – Sedikitnya 38 orang tewas dalam dua ledakan tambang batubara China pekan ini, demikian menurut laporan media pemerintah setempat, Sabtu (3/12/2016).

Satu ledakan terjadi pada Selasa malam lalu di sebuah pertambang swasta di kota Qitaihe, Provinsi Heilongjiang, sehingga 22 pekerja terjebak di dalam terowongan tambang, kata kantor berita Xinhua.

Dua puluh satu orang di antaranya telah dikonfirmasi tewas pada Jumat (2/12/2016) malam, kata media China itu mengutip pejabat di Heilongjiang.

Laporan sebelumnya menyebutkan, demikian Agence France-Presse, upaya penyelamatan terhambat oleh puing-puing dari ledakan di beberapa terowongan.

Dalam insiden terpisah, sebuah tambang di Mongolia juga diguncang ledakan yang menewaskan sedikitnya 17 orang, demikian jumlah resmi dari pemerintah setempat.

Xinhua juga melaporkan, belum diketahui pasti jumla penambang yang masih terkubur di bawah tanah dan upaya penyelamatan masih sedang berlangsung hingga berita ini diturunkan.

China adalah produsen batubara terbesar di dunia dan kecelakaan mematikan adalah hal yang umum karena sering terjadi.

Pada 13 Oktober lalu, 33 penambang tewas dalam ledakan tambang batu bara Chongqing. Sebelumnya lagi, pada September, 18 tewas dalam ledakan tambang di wilayah Ningxia barat laut.

Para pejabat mengatakan, jumlah kematian setiap tahun di tambang negara telah semakin berkurang dalam dekade terakhir, setidaknya kurang dari 1.000 dalam tahun.

Namun, beberapa kelompok hak asasi manusia berpendapat, jumlah kematian yang sebenarnya secara signifikan lebih tinggi karena buruknya sistem pelaporan dan pengawasan.*

 

(tribun)