KARIMUN – Bupati Karimun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan operasi penangkapan, yang dilakukan Tim Reaksi Cepat Koarmada I bersama Pangkalan Lanal Tanjung Balai Karimun terhadap kakek 67 tahun yang menyelundupkan narkotika dari Malaysia lewat jalur laut.

Apresiasi itu kemudian dibuktikan Bupati Karimun Iskandarsyah dengan mendatangi Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Jumat (12/6/2026), untuk melihat secara langsung barang bukti dan tersangka yang telah diamankan.

“Aksi ini merupakan bukti nyata keberhasilan sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Forkopimda, dalam menjalankan mandat program pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung program Astacita ke-7 untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut memiliki makna krusial bagi Karimun, yang merupakan wilayah perbatasan dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka serta negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Terkait tersangka bernama AK yang ternyata merupakan seorang nelayan, Iskandarsyah menyebutkan pendekatan penanganan narkoba di Karimun tidak boleh hanya bertumpu pada penegakan hukum di laut, namun harus menyentuh akar kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aspek represif saja. Akar masalahnya seringkali adalah kerentanan ekonomi masyarakat pesisir kita. Oleh karena itu, saya tegaskan bahwa kita harus mampu menyentuh sisi kesejahteraan,” sebut Iskandarsyah.

Karena menurutnya, ketika nelayan hidup sejahtera dan memiliki penghidupan yang layak, mereka tidak akan mudah tergiur atau dimanfaatkan oleh sindikat narkoba internasional.

Ditambahkan Iskandarsyah, sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen menjalankan dua program prioritas. Pertama adalah penguatan edukasi di sektor kelautan dan nelayan, yang akan dilakukan secara intensif bersama Lanal Tanjungbalai Karimun, Polres Karimun, Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), agar masyarakat nelayan tidak tergiur dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkotika.

“Yang kedua adalah, pembangunan kekuatan industri pesisir dan kegiatan ekonomi produktif yang dirancang untuk meningkatkan taraf hidup nelayan dan masyarakat pesisir, sehingga mereka memiliki ketahanan ekonomi yang kuat dan tidak rentan terhadap iming-iming kejahatan transnasional,” pungkasnya.(*)

Previous articleKakek 67 Tahun Selundupkan Sabu 1 Kilogram Lebih Dari Malaysia ke Karimun, Ditangkap Lanal TBK
Next articleGubernur Kepri Paparkan Penataan Infrastruktur Kawasan Pulau Penyengat Dengan Tiga Kementrian di Jakarta