TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP), melaksanakan empat proyek penanganan banjir untuk tahun 2026 ini.

Keempat proyek dimaksud, dua di antaranya berlokasi di Kabupaten Karimun, dan dua proyek lainnya di Pulau Bintan.

Di Kabupaten Karimun, Dinas PUPP melaksanakan pekerjaan normalisasi parit Jalan Kemunting RT 01 RW 03 Desa Tanjung Berlian Barat Kecamatan Kundur Utara, dan pembangunan pintu air Dusun 4 Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur.

Sedangkan untuk di Pulau Bintan, proyek pengendalian banjir terletak di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, dan Kampung Kepodang II Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas PUPP Provinsi, Kepri Rodi Yantari, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Dona Astriana menerangkan, ada beberapa hal yang mendasari pelaksanaan proyek pengendalian banjir di empat lokasi tersebut.

Normalisasi parit Jalan Kemunting Desa Tanjung Berlian Barat dan pembangunan pintu air Dusun 4 Desa Sungai Sebesi Sebesi di Kabupaten Karimun, selain untuk pengendalian banjir di lahan pertanian penduduk, proyek ini juga sebagai upaya mewujudkan asta cita Presiden RI dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

“Pembangunan di dua lokasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lahan pertanian, sehingga tidak mengganggu produksi pertanian atau perkebunan masyarakat,” ungkap Dona Astriana, Rabu (5/8/2026).

Sama halnya dengan proyek pengendalian banjir di Kampung Purwodadi Kelurahan Sei Lekop Bintan Timur. Pembangunan kanal banjir di kiri dan kanan sungai meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah, berfungsi untuk mencegah banjir ke perkebunan milik warga setempat.

“Selain merendam pemukiman, banjir yang terjadi pada 2021 di perkampungan ini juga merusak tanaman di lahan perkebunan masyarakat setempat,” terang Dona Astriana lagi.

Menurutnya, proyek pengendalian banjir di Kampung Kepodang II Kota Tanjungpinang, juga dianggap mendesak karena menyangkut keamanan dan keselamatan warga setempat.

Akibat banjir yang terjadi sejak akhir tahun 2020 lalu, setidaknya 4 dari 60 rumah yang terendam hingga setinggi dada orang dewasa mengalami rusak parah. Tanah di bagian belakang tergerus, sedangkan pagar pengaman rusak parah dan struktur bagian bawahnya patah.

Selain dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah akibat erosi di tebing sungai, proyek di Kampung Kepodang II ini untuk mengantisipasi masuknya buaya ke pemukiman penduduk.

“Sungai di belakang Perumahan Anggrek Pinang itu adalah jalur lintasan buaya,” jelas Dona Astriana.

Di Kampung Kepodang II, Dinas PUPP Kepri membangun batu miring sepanjang 70 meter, untuk menangani kerusakan dan mencegah masuknya buaya yang kerap muncul di sempadan sungai.

Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas PUPP kata dia, berharap dukungan berbagai pihak, terutama yang berada di lokasi pekerjaan.

“Kami berharap pekerjaan ini dapat dituntaskan hingga beberapa tahun ke depan. Namun kami berharap dukungan moril sehingga dapat mengurangi dampak materil masyarakat,” tutup Dona Astriana.(*)

 

Previous articleKejari Natuna Tetapkan Kades Selaut Nonaktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp533 Juta
Next articleWagub Kepri Hadiri Soft Opening TAO Sport Club di Batam