KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun bersama TNI-Polri dan unsur terkait memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Karimun.

Kesiapsiagaan itu dibahas dalam rapat koordinasi penanganan peningkatan eskalasi karhutla, melalui zoom meeting di Rumah Dinas Bupati Karimun, yang dipimpin Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Rapat tersebut berlangsung di tengah peringatan potensi cuaca lebih kering, akibat fenomena El Nino yang diperkirakan dapat berlangsung hingga awal 2027.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah dan unsur keamanan, memperkuat pemantauan titik api serta kesiapan personel di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan, perkembangan cuaca perlu menjadi perhatian seluruh daerah.

Dijelaskannya, anomali suhu laut Nino 3.4 mencapai +1,59°C, yang menunjukkan El Nino berada pada intensitas kuat dan berpotensi meningkat.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dengan meningkatkan pemantauan titik api, kesiapsiagaan personel, serta koordinasi lintas sektor guna mencegah meluasnya Karhutla,” kata Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Sementara, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Surharyanto menegaskan, pemerintah daerah perlu memperkuat kemampuan penanganan di lapangan. Keterbatasan pertumbuhan awan hujan, juga membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan hingga akhir Agustus.

“Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan personel, peralatan dan dukungan logistik, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat penanganan titik api dan mencegah meluasnya Karhutla,” sebut Letnan Jenderal TNI Dr. Surharyanto.

Dia memaparkan data khusus Provinsi Kepri, berada di peringkat ketujuh dengan luas karhutla mencapai 5.709,27 hektare, terdiri atas 63,27 hektare kawasan hutan dan 5.646 hektare kawasan nonhutan.

Sementara penanganan karhutla saat ini, mengandalkan Satgas Darat dan Satgas Udara, termasuk dukungan peralatan pemadaman serta helikopter water bombing.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri Bupati Karimun Iskandarsyah, Dandim 0317 Tanjungbalai Karimun, Letkol Inf Andit Franata, Waka Polres Karimun Kompol Heri Sujati, Kajari Karimun Dr. Denny Wicaksono dan unsur terkait lainnya.

Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi langkah antisipasi, agar potensi titik api dapat terdeteksi dan ditangani sedini mungkin, sebelum berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.(*)

Previous articleKRI Kerambit-627 Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkotika Jenis Ketamine Senilai 2,6 Triliun di Laut Natuna
Next articleBupati Karimun Buka Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Lewat Pengembangan Industri Tenun Tradisional