Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Kundurnews – Westworld memunculkan sejumlah pertanyaan tentang masa depan kehidupan seks kita yang semakin digital, demikian ditulis Brandon Ambrosino.

Bayangkan jika Anda cukup kaya untuk membelanjakan US$40.000 atau Rp536 juta untuk mengunjungi sebuah kota selama satu hari di mana tidak ada aturan. Anda bisa menjadi siapa pun yang Anda inginkan.

Anda bisa memperkosa siapa pun. Anda bisa memaksa setiap orang yang Anda temui untuk memuaskan kesadisan Anda. Aksi Anda tidak akan dihukum di kota ini. Hanya sedikit orang yang akan mengetahui tingkah laku Anda dan mereka akan mendorong Anda untuk terus melakukannya.

Kedengarannya jahat sekali bukan?

Sekarang bayangkan skenario yang sama, dengan satu perubahan: setiap orang yang Anda paksa berhubungan seksual adalah robot. Siapa pun yang kepalanya Anda tembak adalah seorang robot.

Orang yang Anda siksa dan manipulasi dan sentuh sebenarnya bukan manusia. Mereka diciptakan untuk melayani Anda dan memuaskan Anda dan membuat Anda mencapai apa pun yang Anda inginkan.

Apakah kedengarannya sejahat skenario pertama?

Robot tidak bisa menyakiti orang lain. Paling tidak itulah pemikirannya.

Ini adalah salah satu ide utama yang dikaji Westworld, drama terbaru HBO, tentang taman hiburan bertema Wild West di mana para tamu dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan bagi ‘para tamu’ atau robot penghuni resor itu.

Seperti yang dikatakan Bernard (Jeffrey Wright), seorang programer kepada salah satu robot, “Anda dan semua orang lain yang Anda kenal dibuat untuk memuaskan keinginan orang yang membayar tiket masuk ke dunia Anda.” Dan lebih penting lagi robot tidak bisa membalas atau menyakiti tamu.

Itulah paling tidak pemikirannya tetapi setelah penayangan tiga episode sepertinya akan terjadi masalah.

“Semua anak-anak pemberontak,” demikian diperingatkan Ashley Stubbs (Luke Hemsworth). Dan ayah robot, Dr Robert Ford (Anthony Hopkins), sepertinya memang menginginkannya.

Pada episode permulaan, kita mengetahui Ford “secara tidak sengaja” memperkenalkan cacat pada kognisi penghibur yang memungkinkan mereka untuk sewaktu-waktu mengingat masa lalu, tentu saja menakutkan karena masa lalu melibatkan perkosaan dan kematian penuh kekerasan.

Ingatan ini sepertinya menciptakan kesadaran diri yang lebih tinggi bagi penghibur, sebagian mulai mempertanyakan sifat realita mereka. Dan sementara sejumlah pemilik taman hiburan dan perancang mencemaskan pengaruh cacat ini, Ford sepertinya ingin melihat ciptaannya bergerak ke tingkat evolusi yang berikutnya.

Westworld memaksa para penonton untuk menghadapi pertanyaan tentang masa depan, terutama karena ini berkaitan dengan erotisme kita. Ini adalah pertanyaan yang sebagian dari kita sebelumnya pandang sebagai kekonyolan sci-fi..Ke halaman selanjutnya