KARIMUN – Bupati Karimun Iskandarsyah membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karimun tahun 2026, di Hotel Selat Gelam Karimun, Minggu (21/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Iskandarsyah mengatakan bahwa Pemkab Karimun komit dan tetap siap bermitra dengan siapapun yang terpilih sebagai Ketua HNSI, demi memajukan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Iskandarsyah juga menyebutkan, pentingnya menyelaraskan persepsi antara aktifitas industri maritim, seperti pertambangan laut, dengan ruang gerak para nelayan tradisional.
“Laut milik banyak orang, apalagi Karimun punya tambang, sedimentasi, dan labuh jangkar. Maka persepsi ini harus sama-sama kita pahami dahulu, pada akhirnya nanti kita bisa mengikuti aturan main yang telah ditetapkan,” ujar Iskandarsyah.
Ditambahkannya, Kabupaten Karimun memiliki posisi yang sangat strategis di Selat Malaka, dengan komposisi wilayah mencapai 80 persen lautan dan hanya 20 persen daratan.
“Potensi besar ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah, melalui konsep ekonomi biru (blue economy),” ungkapnya.
Menurut Iskandarsyah, tata ruang wilayah yang baik pada akhirnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi daerah. Pemkab Karimun saat ini tengah merancang program-program bantuan yang lebih optimal bagi para nelayan, termasuk pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil tangkapan.
Kata dia, pemerintah daerah berharap ada formula yang seimbang, agar rencana pengembangan industri khususnya di Pulau Karimun tetap berjalan, tanpa mengorbankan mata pencaharian nelayan.
“Peran nelayan sangat penting dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat. Maka harus terus dibimbing supaya berhasil,” ucapnya mengakhiri.(*)


























































