Padatnya Kunjungan Wisatawan, Gubernur Bali Himbau Untuk Meningkatkan Pengawasan - Kundur News
Padatnya Kunjungan Wisatawan, Gubernur Bali Himbau Untuk Meningkatkan Pengawasan - Kundur News

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Kundur News – Denpasar. Sebagai salah satu tujuan wisata internasional,  pulau Bali tentunya juga rawan terhadap berbagai bentuk kejahatan. Kejahatan trans-nasional seperti penyelundupan narkoba, people smuggling (penyelundupan manusia), human trafficking (perdagangan manusia) hingga di terorisme pun telah terjadi di Bali dan Indonesia umumnya.

“Isu terbaru mengenai serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok, sangat mungkin terjadi dan ada di Bali,” kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara Sosialisasi dan Penguatan Tim PORA Provinsi Bali di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (27/1).

BACA :  India Jajaki Peningkatan Kerjasama Dengan Bali

Pastika menerangkan, sebagai salah satu destinasi wisata dunia, Bali merupakan daerah yang terbuka. Pulau yang secara geografis sangat sempit, saat ini telah cukup padat secara demografis. Kepadatan itu antara lain disebabkan oleh kehadiran orang asing khususnya wisatawan.

Kondisi ini membawa konsekuensi semakin kompleksnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang dihadapi Daerah Bali. Pada satu sisi, keberadaan orang asing khususnya yang datang berwisata atau berbisnis, secara ekonomis menguntungkan bagi masyarakat Bali. Namun sebaliknya, saat ini Bali juga sudah menjadi daerah tujuan bagi orang asing yang datang dengan tujuan melakukan tindak kejahatan trans-nasional.

Pastika mengungkapkan sejumlah orang asing yang berkedok wisatawan belakangan kerap berulah seperti jadi pengemis, pengamen hingga melakukan tindak kriminal pembunuhan.

BACA :  Evaluasi Operasional RSBM, Pemprov Bali Datangkan Tim Ahli dari Darwin Australia

Bertolak dari fakta tersebut, Pastika menilai keberadaan orang asing yang melanggar aturan merupakan ancaman serius bagi sektor keamanan. Terkait dengan kompleksnya persoalan terkait keberadaan orang asing yang tak sesuai ketentuan dan menjadi ancaman bagi negara maka dipandang perlu upaya penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA).

Pastika memaparkan berbagai langkah telah dilakukan dalam mengawasi keberadaan orang asing yang bekerja di Bali. Sampai saat ini, keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Bali sudah terpantau dan jumlahnya tercatat sebanyak 2.131 orang. Mereka antara lain bekerja pada sektor pariwisata, kelistrikan, pengajar pada kursus bahasa asing hingga menjadi instruktur diving. “Meski demikian, kita harus tetap waspada dan bekerja lebih keras karena tantangan dan ancaman ke depan akan lebih kompleks,” ujar Pastika.

BACA :  Alih Fungsi Lahan di Bali Capai 380,9 Hektar Per-Tahun

Sementara Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie memaparkan makin meningkatnya potensi masuknya orang asing yang dikaitkan dengan pergeseran penduduk dunia. Menurut penjelasan sejumlah pakar, migrasi penduduk dari sejumlah negara antara lain dipicu persoalan keamanan dan berkurangnya sumber makanan.Ke-Halaman_selanjutnya