Relawan yang Satu ini, Sosialisasikan ‘ATRESIA BILIER’

Kundurnews – TANJUNGBATU. Sejumlah pemuda dari Sanggar Mawar Tanjoeng Kecamatan Kundur menggelar aksi sosialisasi mengenai ‘Atresia Bilier’ dengan membagikan brosur dan pamflet kepada masyarakat Tanjungbatu Kundur, Kepri. Kegiatan yang digelar di pertigaan simpang SD Negeri 003/004 ini, menurunkan sebanyak 25 orang personil dari Sanggar Mawar Tanjoeng, (20/09/16)

Atresia Bilier adalah suatu kondisi yang ada pada bayi, dimana tidak terbentuknya saluran empedu dengan sempurna. Kondisi itu bisa terjadi pada saluran empedu yang ada di dalam maupun di luar Liver/Hati. Kondisi ini menyebabkan tidak mengalirnya empedu ke usus 12 jari sebagaimana mestinya. Sehingga cairan empedu yang terus diproduksi Liver/Hati tersebut akan menumpuk di area Liver/Hati. Kondisi ini akan menyebabkan jaringan parut pada liver hingga akhirnya berujung kepada kegagalan fungsi Liver/Hati.

Para pemuda ini merasa terpanggil untuk mensosialisasikan hal ini agar masyarakat di Kundur mengetahui tentang Atresia Bilier. Reni Wahyudi selaku pembina Sanggar Mawar Tanjoeng sekaligus sebagai orang tua dari Elsako Adeeva Zuldy, seorang anak penderita Atresia Bilier di Kecamatan Kundur mengatakan terpanggil untuk berbagi informasi kepada masyarakat agar bisa mengetahui sejak dini gejala-gejala Atresia Bilier.

“Jika dapat diketahui dari awal, dapat dilakukan operasi Kasai pada penderita. Yaitu dengan membuat saluran pembuangan yang memungkinkan empedu dapat mengalir dari hati. Namun, operasi hanya boleh dilakukan pada usia bayi kurang dari 3 bulan. Jika terlambat, maka satu-satunya jalan adalah dengan Transplantasi Hati yang mungkin akan menelan biaya sampai 1 Milyar” ujarnya.

Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi diawal kelahiran. Tidak ada solusi kesembuhan pada penderita Atresia Bilier selain dengan mengganti liver/hati nya dengan yang baru melalui proses operasi Transplantasi Hati.

Namun, jika ditangani dengan segera, masih ada upaya yg bisa dilakukan yaitu dengan “membuat” saluran empedu baru. Prosedur ini biasa disebut “operasi kasai” . Tujuan dari operasi Kasai ini adalah untuk membuat saluran pembuangan yang memungkinkan empedu dapat mengalir dari hati.

Namun, waktu terbaik untuk melakukan operasi kasai ini adalah dibawah usia 12 minggu, tentu saja setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Atresia Bilier bukanlah penyakit menular dan bukan penyakit keturunan. Atresia Bilier pada bayi dapat diketahui dari tanda-tandanya antara lain tubuh/mata bayi kuning selama lebih dari 2 minggu, tinja berwarna putih dempul, dan berat badan tidak tumbuh secara normal. Jadi apabila menemukan bayi dengan kondisi seperti itu, lebih baik segera menghubungi Dokter Spesialis untuk dilakukan pengecekan.*