KARIMUN – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Balai Karimun terus berupaya melakukan inovasi, dalam mendukung pelaksanaan pembinaan bagi warga binaan.

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Pojok Kreatif Rutan Karimun (POKARI), yang merupakan gagasan dan karya Taruna Poltek Imipas.

Kepala Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun, Yoga Hadhi Wijaya mengatakan, program POKARI merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan, serta pemanfaatan sarana yang telah tersedia di Rutan Karimun.

Selama ini kata dia, Ruangan Pojok Kreatif Rutan Karimun telah dimanfaatkan sebagai sarana untuk menampilkan berbagai hasil karya warga binaan. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada fungsi ruang pajangan, sehingga belum sepenuhnya memberikan nilai tambah dalam aspek informasi, edukasi, promosi, pelayanan kepada masyarakat, maupun pemasaran produk hasil pembinaan.

“Melalui POKARI, ruangan tersebut dioptimalkan menjadi pusat informasi dan edukasi pembinaan, sekaligus media promosi hasil karya warga binaan,” sebut Yoga Hadhi Wijaya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kehadiran POKARI diharapkan mampu memberikan informasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat maupun stakeholder, mengenai berbagai program pembinaan yang dilaksanakan di Rutan Karimun.

“Tidak hanya menjadi tempat untuk melihat hasil karya, POKARI juga diarahkan sebagai ruang interaksi, yang mempertemukan hasil pembinaan warga binaan dengan masyarakat. Berbagai produk dan kreativitas warga binaan dapat diperkenalkan secara lebih luas, sehingga memiliki peluang untuk mendapatkan apresiasi, dukungan, bahkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Ditambahkan Yoga Hadhi Wijaya, optimalisasi POKARI juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan produktif dan promosi hasil karya, warga binaan didorong untuk terus mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta semangat untuk menghasilkan produk yang memiliki manfaat dan nilai jual.

“Dengan adanya POKARI, Rutan Karimun tidak hanya menghadirkan ruang untuk memamerkan hasil karya, tetapi juga membangun sebuah sarana yang mampu menyampaikan pesan, bahwa proses pembinaan dapat melahirkan karya, kreativitas, dan kemandirian,” ucapnya mengakhiri.(*)

Previous articleRutan Karimun Terima 10 Peserta Program Magang Batch I Angkatan II Kemenaker RI