Lampu colok di salah satu daerah di Tanjungbatu K
Lampu colok di salah satu daerah di Tanjungbatu K

Kundur News.

TANJUNGBATU – Malam pertama pembukaan Lampu Colok diseluruh Kelurahan/Desa se-Kecamatan Kundur pada malam 27 Ramadhan 1437H, tampak ribuan masyarakat Kundur dan sekitarnya sangat antusias untuk menyaksikan perlombaan tersebut. Disamping pemasangan lampu colok memang sudah tradisi, lagi digelarnya perlombaan, hal ini setidaknya akan menambah gairah bagi para pengunjung. Tak heran jika ditempat-tempat pemasangan ‘pelite’ tersebut dipenuhi para pengunjung sehingga terjadi kemacetan.

Pantauan, Jumat (1/07) malam, ribuan masyarakat yang menggunakan kendaraan Roda 2 dan Roda 4, berbondong-bondong untuk menyaksikan lampu colok pada 27 likor.

“Iya bang orang malam ini ramai betol untuk melihat lampu colok, sehingga mau jalan aja susah, macet,” kata Pendi salah satu warga pengguna jalan.

Kemacetan sempat terjadi cukup panjang, seperti di Jalan Dwikora Kelurahan Tanjungbatu dan sekitarnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya pengunjung yang datang yang tidak hanya berasal dari  masyarakat Kundur, namun pengunjung dari daerah lain juga turut memadati hampir seluruh badan jalan, karena mereka juga tidak mau ketinggalan menyaksikan momen yang hanya setahun sekali, yakni indahnya lampu colok dengan disain tertentu khas yang terbuat dari kaleng bekas menggunakan minyak tanah.

“Baru dua kali ini saya ke Kundur, untuk melihat tradisi lampu colok ini, saya nilai disini sangat meriah bang,” ungkap Sinta warga Jawa Timur.

Selain itu, disampaikan salah satu pemuda pelaksana lampu colok, Surawan menyampaikan, memang pada setiap tahunnya tradisi lampu ini terus diadakan.

“Benar bang, setiap tahunnya tradisi lampu ini memang selalu diadakan, sehingga jalan bisa-bisa mengalami kemacetan seperti ini,” kata Surawan singkat.*