KUNDURNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kepri menyerahkan bantuan untuk korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), senilai Rp500 Juta.
Bantuan tersebut telah diserahkan oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, kepada Pemerintah Provinsi NTT di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT, Senin kemarin (14/9/2026).
Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bela sungkawa mendalam, dari masyarakat Kepri kepada masyarakat NTT, seraya berharap agar duka tersebut segera berlalu dan NTT bisa bangkit lagi setelahnya.
“Bencana tidak memilih waktu dan tempat, bisa kapan saja dan menimpa siapa saja. Dalam kesempatan ini atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Kepri, kami menyampaikan duka yang mendalam untuk masyarakat yang terdampak. Semoga duka ini cepat berlalu dan NTT tetap maju,” ujar Haris Pratamura.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terimakasih, atas perhatian serta kepedulian Pemerintah Provinsi Kepri terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.
Menurutnya, gempa bumi yang melanda Flores sejak 15 Agustus 2026 memberikan dampak yang cukup besar, baik terhadap keselamatan masyarakat maupun kerusakan harta benda dan infrastruktur.
Gempa utama berkekuatan 7,7 SR tersebut juga diikuti oleh ribuan gempa susulan hingga saat ini.
“Bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores sangat besar dampaknya, serta memakan korban jiwa dan materil. Hingga saat ini masih ada gempa susulan bahkan sudah mencapai ribuan kali,” ungkap Johni Asadoma.
Ia menyebutkan, bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepri akan sangat berarti, dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores.
“Bantuan yang kami terima ini tentu sangat membantu kami, dalam melaksanakan penanganan bencana di Pulau Flores,” ujarnya.
Johni Asadoma mengatakan, bantuan tersebut bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian antardaerah dalam menghadapi situasi kebencanaan.(*)

























































