KARIMUN – Penerimaan siswa tingkat SMA sederajat di Kabupaten Karimun tak kondusif, para wali murid mulai gerah karena aturan yang diterapkan tak sesuai dengan praktiknya, terutama mengenai zonasi domisili calon siswa.

Sehingga bagi orang tua wali murid yang mendapati anaknya tak lolos seleksi, sementara domisilinya hanya berjarak beberapa meter saja dengan sekolah memilih protes dan memilih menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Bakri Hasyim serta Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Demi memenuhi hajatnya itu, para wali murit dari berbagai zonasi pun memadati SMAN 1 Karimun mencari keberadaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim yang kebetulan pada Rabu siang (11/7) memang tengah berada di sekolah tersebut.

Sayangnya niat untuk menemui orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun itu tak berjalan mulus. Bakri Hasyim rupanya tengah mengikuti rapat mendadak di ruang majelis guru SMAN 1 Karimun. Kondisi itu menyulut emosi para wali murid karena begitu lama waktu menunggu sedangkan orang yang dicari tak kunjung keluar.

“Mari kita dobrak saja pintu ini, lama sekali orang didalam sana tak mau keluar,” ajak salah seorang wali murid yang sudah geram.

Beruntung, rencana itu langsung dicegah oleh seorang anggota Polisi dari Polsek Tebing yang sudah berjaga-jaga sejak pagi. Situasi pun kembali mencair dan mereka tetap setia menanti hingga para pemangku kebijakan keluar dari rapat mendadak itu.

Salah seorang seorang wali murid, Manurung menjelaskan, rumahnya tidak jauh dengan SMAN 2 Karimun dan sudah sesuai dengan zonasi yang ditetapkan. Namun anaknya tetap saja tak diterima untuk bersekolah di SMAN 2 Karimun.

“Saya tinggal di Kuda Laut depan Polres Karimun yang juga hanya berjarak beberapa meter dengan SMAN 2 Karimun, tapi anak saya tidak diterima. Kenapa malah ada anak dari Batam dan dari Riau yang namanya lolos seleksi. Kami yang sudah jelas berada di areal zona yang ditetapkan malah “ditendang”. Ini kan tak fair,” kata Manurung.

Atas kondisi itu ia pun mencari keberadaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim dan Bupati Karimun Aunur Rafiq, guna meminta solusi dan mempertanyakan carut marutnya penerimaan siswa baru SMA sederajat tahun ini.

Hal yang sama pun disampaikan Aritonang, kacaunya tahapan penerimaan siswa baru tingkat SMA di Kabupaten Karimun merupakan bukti ketidaksiapan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dalam menerapkan aturan baru.

“Saya juga heran atas alasan pihak SMAN 2 Karimun yang menolak anak saya dan tidak meloloskan dalam seleksi penerimaan siswa baru. Mereka (panitia) beralasan bahwa nilai anak saya rata-rata diatas 7, sedangkan jurusan yang dipilih adalah IPA, maka seharusnya ambil jurusan IPS. Tapi sewaktu akan pindah jurusan ternyata dikatakan sudah tidak bisa lagi,” katanya dengan nada kesal.

Sehingga dia pun sama dengan beberapa wali murid dari sekolah lainnya yang mencari keberadaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim. Setelah mendapat informasi bahwa orang yang dicari berada di SMAN 1 Karimun, dia pun bergegas ke sekolah tersebut untuk meminta solusi yang jitu. Agar buah hatinya dapat mengenyam pendidikan yang tepat.(*)