Malang benar nasib PS (17), siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau ini diperkosa dua pemuda berandalan di bawah ancaman senjata tajam. Dia diperkosa saat gadis asal kecamatan Kuala Enok tersebut, hendak joging pada Minggu (29/3) sekira pukul 05.00 WIB.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com mengatakan perbuatan tindak pidana diduga menyetubuhi anak di bawah umur tersebut dilakukan dua pelaku dengan ancaman kekerasan di rumah kosong depan asrama kebidanan, Kabupaten Inhil, Riau.

“Korban inisial PS, melapor ke Polres Inhil mengaku diduga dicabuli dua pelaku inisial DS, dan pelaku satu lain belum diketahui identitasnya,” ujar Guntur, Senin (30/3) malam.

Dari kesaksian korban, kata Guntur, perbuatan yang dialami korban tersebut disaksikan teman lelaki korban inisial EN (16) yang juga pelajar, berdomisili di Tembilahan.

“Peristiwa tersebut terjadi saat saksi EN dan korban hendak pergi jogging di sekitar TKP, sesampai di TKP saksi dan korban mengurungkan niat untuk berolahraga dikarenakan di sekitar TKP masih dalam keadaan sunyi dan gelap,” jelas Guntur.

Selanjutnya sekira pukul 05.00 WIB saksi dan korban dihentikan oleh dua orang pemuda tidak dikenal dan bertanya kepada saksi “sedang apa kalian di sini…” ucap Guntur menirukan pelaku.

“Kemudian salah satu dari pelaku mengeluarkan sebilah badik panjang dan mengarahkan ke leher korban. Salah satu dari pelaku memerintahkan saksi dan korban untuk masuk ke sebuah rumah kosong (TKP),” terang Guntur.

Sesampainya di dalam TKP, sambung Guntur, pelaku mengancam korban dengan sebilah badik panjang untuk melakukan hubungan intim, namun korban menolak.

Selanjutnya kedua pelaku mengancam korban sambil membuka paksa celana korban, dan kemudian salah satu dari pelaku memperkosa korban di depan temannya, EN.

“Atas kejadian tersebut korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Inhil. Kasus ini tengah diselidiki, pelaku sedang dikejar,” pungkas Guntur.

 

 

Sumber.merdeka.com/