
NATUNA, Kundurnews.co.id – Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029 diharapkan membawa angin segar bagi pengembangan ekonomi daerah, khususnya kawasan perbatasan yang selama ini memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan investasi dan dunia usaha.
Harapan tersebut disampaikan Henderiyana, tokoh muda Kepulauan Riau asal Natuna yang juga menjabat Wakil Dewan Pembina HIPMI Kepri. Menurutnya, momentum kepemimpinan baru di tubuh HIPMI harus dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas antara pelaku usaha daerah dengan jaringan usaha dan investasi di tingkat nasional.
Ia menilai daerah perbatasan seperti Natuna memiliki posisi strategis yang tidak hanya penting dari sisi geografis, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar pada sektor kelautan, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi maritim.
“Daerah perbatasan membutuhkan perhatian yang lebih kuat agar potensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Dukungan investasi, akses pasar, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan yang harus terus diperjuangkan,” ujarnya.
Menurut Henderiyana, HIPMI memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan pengusaha daerah dengan peluang yang tersedia di tingkat nasional. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di daerahnya masing-masing.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi juga bergantung pada kemampuan daerah dalam melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Karena itu, kepemimpinan baru HIPMI dinilai menjadi momentum untuk memperluas jangkauan program organisasi hingga ke daerah-daerah yang memiliki potensi strategis namun belum berkembang secara optimal.
Henderiyana optimistis semangat persatuan yang tercermin dalam pelaksanaan Munas XVIII HIPMI dapat menjadi modal organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan. Dengan sinergi yang kuat, HIPMI diyakini dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian nasional dari daerah.
“Ketika potensi daerah mampu berkembang dan pelaku usaha lokal semakin kuat, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari daerah, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (Remon).



























































