KARIMUN – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menilai investasi di wilayah Kabupaten Karimun sampai saat ini tak kunjung bertambah. Sehingga dia merasa khawatir akan terjadi kekacauan nantinya jika tidak dilakukan antisipasi sejak dini.

“Kalau kita tidak berjaga-jaga maka bisa kacau, karena soal pengalihan investasi sendiri ke daerah lain sekarang sudah mudah. Makanya saya khawatir,” kata Nurdin saat bertandang ke Kabupaten Karimun dalam meresmikan proyek pembangunan Jalan Pesisir Selatan di Parit Rampak Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral, Minggu (18/3).

Disamping itu, soal kunjungan wisata, Provinsi Kepri masuk urutan ketiga dalam kunjungan wisatawan mancanegara (wisaman) atau berada dibawah Jakarta.

“Kalau kita dorong dari segi wisata pasti bisa. Buat wisata religi, saya rasa orang Malaysia dan Singapura tertarik untuk datang. Mulai bangun Islamic Centre, karena di negara tetangga situ sangat susah tahapan atau prosesnya dalam membangun. Batam saja sudah macam-macam terobosan yang dibuat, kemudian Tanjungpinang. Lalu Bintan yang sudah saya usahakan jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” jelasnya.

Berpindah ke wilayah Anambas, Nurdin pun takjub dengan perkembangan yang ada sangat jauh lebih bagus. Sedangkan Karimun sendiri, yang memiliki Pelabuhan Parit Rampak saat ini tidak memadai. Untuk aktifitas bongkar muat masih harus antri.

Saat bertemu dengan pemerintah pusat baru-baru ini, Nurdin pun mengaku mendapatkan hasil bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembangunan di wilayah Pelabuhan Petikemas Malarko, tapi dikhususkan untuk areal darat.

“Tempat lain besar-besar pelabuhannya, kita untuk sandar kapal Pelni saja masih ditengah laut, penumpang diangkut dari pelabuhan pakai kapal pompong dan kondisi itu sudah bertahun-tahun sampai saat ini. Makanya masyarakat saya minta kerjasamanya, kalau tidak bisa bantu ya cukup dengan doa,” pintanya.

Kata Nurdin, Karimun dan Kepri khususnya hanya bisa diandalkan dari segi letak geografis, sehingga butuh inovasi.

Nurdin juga mengaku sedih dan kasihan atas kondisi PT Saipem yang sekarang makin sepi. Masyarkat sudah buka rumah sewa yang mungkin pinjam dana dari Bank untuk buat ruko dan rumah sewa, namun tidak ada penghuni.

“Makanya saya sudah rencanakan akan bangun wilayah Parit Rampak ini berbagai fasilitas biar berkembang. Mulai dari pelabuhan feri, yang tergetnya adalah masyarakat dari Rangsang – Riau datang berbelanja ke Karimun lebih dekat, ketimbang ke Pekanbaru butuh ratusan kilometer dan seharian penuh baru tiba. Tapi saya minta masyarakat jangan ada pertikaian atau konflik, karena nanti rencana ini bisa hilang pula,” pesan Nurdin.(*)