KARIMUN – Tingkat efektivitas penyerapan anggaran di Pemkab Karimun menunjukkan tren positif, dengan realisasi belanja operasi menyentuh angka 92,58 persen dan belanja modal mencapai 88,05 persen. Dengan kestabilan ruang fiskal ini juga dibuktikan dengan tercapainya surplus pada laporan operasional sebesar Rp38,6 Miliar.

Angka tersebut disampaikan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole dalam penyampaian pidato Bupati pada sidang paripurna, dengan agenda penyerahan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025, di DPRD Kabupaten Karimun, Senin (22/6/2026).

Melalui laporan pertanggungjawaban itu menurut Rocky Marciano Bawole, merupakan wujud transparansi, akuntabilitas, dan komitmen dalamkepemimpinan Bupati Karimun Iskandarsyah bersama dirinya, dalam mengelola amanah publik serta ruang fiskal daerah secara berkeadila. Sehingga postur laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Karimun pada tahun 2025 mencatatkan kinerja yang sangat sehat dan stabil.

“Posisi likuiditas daerah terpantau sangat aman, dimana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan kas akhir tahun berada pada angka Rp70,6 Miliar,” sebut Rocky Marciano Bawole.

Lebih lanjut dikatakannya, fundamental ekonomi pemerintah daerah semakin kokoh, dengan total kekayaan aset Pemerintah Kabupaten Karimun yang menguat secara signifikan hingga menembus angka Rp2,34 Triliun.

“Tahun anggaran 2025 ini sejatinya adalah sebuah fase transisi bagi kita semua. Harus kita pahami bersama bahwa sebagian besar pelaksanaan APBD tahun lalu merupakan warisan, atau kelanjutan dari program-program pemerintahan yang terdahulu. Ada beberapa program yang terpaksa harus tetap kami jalankan semata-mata karena sudah telanjur disahkan dan mengikat secara hukum,” ungkap Rocky Marciano Bawole.

Kondisi ini kata Rocky Marciano Bawole, tentu menjadi sebuah catatan penting dan krusial bagi kepemimpinannya bersama Bupati Karimun Iskandarsyah. Sehingga dia berharap, melalui sidang paripurna tersebut para pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karimun dapat mengkaji hal tersebut secara mendalam.

“Kedepan, kita harus memastikan bahwa program yang lahir benar-benar sejalan dengan visi baru, dan membawa kemanfaatan tertinggi bagi masyarakat Karimun,” harap Rocky Marciano Bawole.

Dia juga menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, adaptif, dan responsif. Sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus diperkuat, untuk memastikan APBD pada masa mendatang tidak hanya berorientasi pada penyerapan, melainkan pada keadilan dan pertumbuhan ekonomi nyata bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Karimun.(*)

Previous articleKejari Natuna Hentikan Penuntutan Jumiati Melalui Restorative Justice, Korban Beri Maaf dan Emas Dikembalikan
Next articleSekolah Rakyat di Karimun, Bintan dan Lingga Dibangun 2027, Lahan Harus Siap Juli 2026