BATAM – Bupati Karimun Iskandarsyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat gabungan dan instansi terkait, yang telah bekerja secara sinergis dalam menggagalkan upaya penyelundupan sabu cair 2,6 ton.
Apresiasi tersebut dibuktikan Bupati Karimun Iskandarsyah menghadiri ekspose di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Kamis (20/8/2026).
Menurut Iskandarsyah, pengungkapan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar lembaga, khususnya dalam menjaga wilayah perbatasan Kabupaten Karimun yang memiliki posisi strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Pemerintah Kabupaten Karimun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea dan Cukai, BNN RI, serta seluruh aparat gabungan yang terlibat. Ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam menjaga wilayah perbatasan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika,” ujar Iskandarsyah.
Dikatakannya, Kabupaten Karimun sebagai wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan lalu lintas orang maupun barang. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat.
“Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan generasi kita. Pemerintah Kabupaten Karimun siap mendukung penuh upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkotika di wilayah Karimun,” ucapnya.
Iskandarsyah juga mengatakan, pengungkapan 2,6 ton sabu cair tersebut sekaligus menjadi bukti, komitmen aparat dalam memperkuat pengawasan jalur laut dan mencegah wilayah perbatasan Indonesia, khususnya Kepri dan Kabupaten Karimun, dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkotika lintas negara.
“Pemerintah Kabupaten Karimun berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi momentum, untuk semakin memperkuat sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi, sehingga potensi penyelundupan narkotika maupun barang ilegal lainnya dapat dicegah sedini mungkin,” harapnya.(*)




















































