Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Kundurnews – Tanjungbatu – Sebuah kendaraan berat  berukuran jumbo ambles ke parit, di parit jalan parit mangkil desa Sei Ungar. Kecamatan Kundur. Tenggelamnya alat berat itu mengakibatkan jalan menuju kampung Parit Mangkil putus. Warga terpaksa melintas melalui semak atau mencari jalan alternatif lain, apalagi bagi mereka berkendaraan roda empat.

Kendaraan yang terbenam ke parit sejak rabu (30/11) sore sekira pukul 17.00 sampai hari ini jumat (02/12) sore terus saja menjadi tontonan warga, selain sulit untuk keluar masuk menuju ke Parit Mangkil, posisi tenggelamnya Eskavator jumbo ini dalam posisi yang sangat fantastic, sehingga banyak yang berfoto-foto dan ber-selfier.Lihat foto-fotonya disini.

Keterangan warga menuturkan, sebelum kendaraan berat itu terjunam ke parit, kendaraan hendak menuju ke arah Parit Mangkil dalam, untuk membersihkan parit-parit, mengantisipasi banjir di musim penghujan ini. Dari arah jalan Sei Ungar-Urung kurang lebih 350 Meter arah masuk ke Parit Mangkil dalam, kendaraan terhenti karena ada kabel listrik milik PLN yang melintang, saat berhenti dengan waktu tidak begitu lama, karena kondisi tanah memang tidak mampu menahan bobot kendaraan begitu berat, sehingga dengan tiba-tiba truck terbenam, sehingga membawa escavator masuk ke parit.

“Kami mendengar dentuman yang sangat keras, dari rumah, setelah mendekat kendaraan sebesar ini masuk parit, bunyi detumannya keras itu dari mesinnya yang terbentur”. Ujar salah satu warga.

Ditengah kerumunan-kerumunan warga sekitar, salah seorang meminta kendaraan tersebut untuk segera dapat di selamatkan, agar tidak menggangu warga untuk lalu-lalang di jalan itu. Jalan dengan kondisi terbelah, untuk dapat segera diperbaiki dan harus di aspal kembali seperti semula, karena warga mengakui saat-saat ini permohonan peng-aspalan jalan bukan hal yang mudah.

“Karena ini jalan utama Parit Mangkil, jadi harus segera untuk dapat diselamatkan, kemudian jalan kami yang rusak untuk di aspal kembali. Kami tak mau nanti di tambal pakai semen, nanti cepat pecah, kami maunya di aspal. Karena pemerintah kita sekarang ini bukan senang untuk aspal jalan.” Ungkap warga di sekitar kejadian.

Sampai saat ini, pemilik alat berat yang di ketahui bernama Anwar, terus berusaha untuk menyelamatkan escavator tersebut.* Klik disini, untuk Foto-foto lainnya