Sosialisasi/Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba di SMA Negeri 1 Kuta, Badung Kamis (3/8).
Sosialisasi/Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba di SMA Negeri 1 Kuta, Badung Kamis (3/8).

Kundur News – Denpasar – Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bali diestimasikan mencapai 26.000 orang. Sayangnya jumlah komulatif ODHA yang terungkap sejak 1987 hingga Juni 2017 baru mencapai 17.000 orang. Demikian disampaikan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali Ketut Sudikerta pada acara Sosialisasi/Penyuluhan HIV/AIDS dan Narkoba di SMA Negeri 1 Kuta, Badung Kamis (3/8).

Menurut Sudikerta dari 17.000 ODHA hanya sekitar 16.000 lebih dari mereka yang berhasil ditemukan tetap bertahan hidup. Dimana terdapat 3 wilayah utama penyebaran HIV/AIDS yakni Denpasar, Badung dan Buleleng. “Yang pertama perlu saya tekankan sekarang adalah bekerjalah lebih keras yaitu pertama menggali lagi kasus-kasus yang masih terpendam yang kemungkinan sudah lama terjadi” kata Sudikerta.

Sudikerta menyampaikan bahwa yang penting dilakukan salah satunya adalah mempertahankan kualitas hidup mereka yang sudah terjangkau dengan pemberian obat antiretroviral (ARV). Meskipun menurut dokter bahwa virus HIV tidak terbunuh dengan ARV, namun demikian dengan pemberian ARV mereka dapat bertahan hidup lebih lama. “dengan kualitas hidup lebih baik dan secara fisik terlihat sehat, segar, bugar dibandingkan dengan tanpa ARV,” ungkap Sudikerta.

Sudikerta menjelaskan HIV/AIDS adalah penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. HIV/AIDS  menyerang sistem kekebalan tubuh yang menjadi benteng perlindungan tubuh terhadap penyakit. Penyakit ini menjadi momok yang mengerikan karena virus penyebabnya dapat ditularkan dari orang dengan HIV positif melalui pertukaran cairan tubuh, yakni melalui hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik terkontaminasi atau menular dari ibu ke anak selama kehamilan.

Sudikerta mengajak masyarakat khususnya pelajar untuk berkomitmen menjalankan upaya pencegahan HIV/AIDS secara konsisten mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat lebih luas.” ini sangat penting dan perlu untuk diberikan kepada siswa-siswi baik di tingkat SMP dan SMA mengingat mereka adalah komunitas yang paling rentan tertular HIV AIDS maupun narkoba yakni mencapai 80% dari total kasus yang ada saat ini,”ujar Sudikerta.

Sudikerta menegaskan perlu upaya bersama menekan infeksi baru atau kasus baru. Jika kita berhasil menekan kasus baru sehingga total komulatif kasus yang ada sekarang akan semakin menurun tiap tahun. Masyarakat juga diharapkan tidak memberi stigma negatif terhadap ODHA dan keluarganya ketika berinteraksi

Sudikerta berharap generasi muda sebagai penerus bangsa agar bisa menjauhi seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang serta menjalankan pola hidup sehat. Sehingga generasi emas bisa terwujud kedepannya.*