Kekecewaan Kinerja Bupati dan Dinas Pariwisata Karimun

Tanjungbatu – Pernahkah anda melihat, mendengar, atau membaca berita, Dinas Pariwisata Karimun melakukan kunjungan pada salah satu obyek wisata atau melakukan survey bersama pengembang, atau pengusaha, apalagi investor asing, untuk membangun sebuah obyek di wilayah Karimun khususnya wilayah Kundur. Tidak pernah bukan?.

BACA:Bupati Karimun Aunur Rafiq Jadi Moderator Seminar Bisnis

Hal tersebut adalah pertanyaan yang sering dilontarkan masyarakat khususnya masyarakat di Kundur Kabupaten Karimun ini. Dinas para wisatawan Karimun saat ini dinilainya hanya seperti  berdiam diri di Kantornya yang megah di Poros Karimun saja, sambil menunggu anggaran untuk membuat even. Kalau tidak even lomba lagu Melayu, lomba layang-layang, gasing, atau mendatangkan artis-artis. Namun yang namanya untuk bergiat melakukan pengembangan, belum tampak lagi pada kasat mata.

“Kita tidak tau apa-apa saja yang dibuat dikantor yang megah itu. Kita menduga setiap bulan hanya menunggu gaji saja. Tidak pernah kita melihat mereka (dinas pariwisata karimun) turun ke lapangan untuk meninjau lokasi, mendapatkan ide-ide dari masyarakat untuk pengembangan. Tak taulah kalau secara online. Tapi kalau kita lihat websitenya begitu-begitu aja, update pun jarang”, ujar salah satu tokoh pemuda di Kundur, yang tidak ingin namanya disebutkan pada media ini.

Melengkapi kebenaran informasi pertanyaan masyarakat diatas, awak media coba mengunjungi salah satu obyek wisata bersejarah, Bukit Tas Desa Lubuk, Kundur. Masyarakat Desa Lubuk, saat ini giat mengembangkan Bukit tertinggi di Kundur ini, menjadi sebuah obyek wisata alam. Walau usianya tergolong baru, namun tempat ini mampu menyedot perhatian publik, dengan mendatangkan ribuan pengunjung dalam seminggu. Peran Pemerintah Daerah Karimun untuk berpartisipasi dalam pembangunan berbagai obyek wisata di Kundur, boleh dikatakan ‘nol’.

“Saya dari dulu sudah beberapa kali ketemu sama Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mana ada didulikan. Dia Cuma bilang dukung aja. Semua orang didunia ini ditanyakan pasti juga jawabanya ‘mendukung’. Sangat kecewa kami dengan pemerintahan saat ini,” ujar salah satu masyarakat Desa Lubuk, (04/3).

Bagai cita-cita anak yang tak direstui orang tua, pemuda-pemuda Desa setempat mengaku tidak berkecil hati, bagi mereka hal tersebut menjadi sebuah motifasi yang tinggi untuk terus berkembang, dengan harapan seluruh masyarakat di Desa Lubuk, maupun Gading, dapat berdikari merasakan manfaat dari pengembangan daerah tersebut.*

BACA:Festival Lampu Colok Karimun, Masyarakat Kundur: “Oknum di Dinas Pariwisata Karimun Tidak Pancasila”