KUNDUR – RSUD Tanjungbatu Kundur tengah bersiap untuk naik type D Penuh, dari sebelumnya hanya type D Pratama.
Persiapan itu sejalan dengan telah diberikannya bantuan dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad kepada Bupati Karimun senilai Rp5.663.448.480, untuk akselerasi pembangunan di Kabupaten Karimun. Yang diserahkan dalam acara tabligh akbar Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriyah di Balai Pemuda Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Kamis (2/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, dari total Rp5,6 Miliar yang diberikan itu, fokus dan komitmen utama diarahkan pada sektor kesehatan.
“Anggaran dengan porsi terbesar dialokasikan senilai Rp2.960.448.480, untuk Rehabilitasi RSUD Tanjungbatu Kundur,” kata Ansar Ahmad.
Dijelaskannya, langkah strategis ini menjadi wujud nyata dari harmonisasi visi Gubernur Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Iskandarsyah, dalam menghadirkan layanan kesehatan yang representatif, modern, dan tanggap darurat bagi masyarakat di Pulau Kundur dan sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Karimun Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Pemprov Kepri, yang terus hadir menopang pembangunan di Bumi Berazam.
“Perhatian dari Provinsi ini adalah energi tambahan bagi peningkatan mutu kesehatan kita. Rehabilitasi RSUD Tanjungbatu Kundur akan sangat krusial, dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis yang lebih mumpuni dan layak,” ungkap Iskandarsyah.
Sedangkan Direktur RSUD Tanjungbatu, Surawan mengatakan, bantuan yang diberikan Gubernur Kepri akan menjadi langkah awal persiapan, untuk meningkatkan status rumah sakit dari Tipe D Pratama menjadi fasilitas kesehatan Tipe D secara penuh.
“Dana sekitar Rp2,6 Miliar dialokasikan untuk membangun dan merehabilitasi ruang rawat inap, guna menampung penambahan 30 tempat tidur baru,” kata Surawan.
Dari jumlah dana tersebut, dialokasikan sebesar Rp700 Juta untuk melengkapi fasilitas medis krusial, yang mencakup set tempat tidur pasien (bed set) dan tiang infus.
“Bantuan ini bertujuan untuk jangka panjang, yakni mempersiapkan rumah sakit ini menjadi Tipe D. Syarat untuk menjadi Tipe D adalah memiliki minimal 50 tempat tidur. Saat ini kita sudah memiliki 20 tempat tidur, dan dengan tambahan 30 tempat tidur dari rehabilitasi ini, syarat tersebut sudah terpenuhi,” jelas Surawan.
Lebih lanjut kata Surawan, rehabilitasi ini akan membawa perubahan yang signifikan pada kualitas kenyamanan pasien. Ruang rawat inap yang sebelumnya belum optimal dan hanya mengandalkan kipas angin, kini akan ditingkatkan sesuai standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), termasuk dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan (AC).
Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Surawan memastikan alokasi tenaga kesehatan dasar, seperti perawat dan bidan, saat ini sudah sangat mencukupi.
Hal yang paling menggembirakan dari peningkatan status menjadi Tipe D ini adalah, terbukanya jalur bagi RSUD Kundur untuk mendapatkan bantuan alokasi dokter spesialis.
“Kehadiran tenaga medis spesialis nantinya menjadi target krusial, agar masyarakat Kundur bisa mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan yang komprehensif tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah,” pungkas Surawan.(*)
























































