Tanjungbatu – Dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kundur pada akhir-akhir ini, selain menyebabkan kabut asap, puluhan petani terancam kehilangan mata pencariannya.

Kepala desa Sungai Ungar, Kabupaten Karimun, Familudin, mengatakan, sebanyak kurang lebih 60 pemilik lahan perkebunan yang ludes terbakar.

“Lahan-lahan yang terbakar itu, milik masyarakat dari Parit Pacitan hingga ke Parit Baru Desa Sungai Sebesi, yang berjumlah puluhan hektar,”kata Familudin, Rabu (17/09/19).
Lahan-lahan yang terbakar dengan jumlah terbesar adalah lahan perkebunan karet, sisanya kebun-kebun rambutan, dan lain-lain.

BACA :  Bakar Lahan Hingga Terbakar, Petani Paya Togok Ditahan Polisi

“Pohon karet yang baru di toreh, habis terbakar. Banyak pohon-pohon karet lainnya yang usianya masih muda-muda, juga habis terbakar,” tambah Kades.
Karhutla yang terjadi antara Desa Sungai Ungar dan desa Sungai Sebesi, Kundur, dikatakan Familudin api hingga saat ini masih saja menjalar dan sulit untuk dipadamkan, hal itu dikarenakan perkebunan tersebut merupakan lahan gambut.

BACA :  Bakar Lahan Hingga Terbakar, Petani Paya Togok Ditahan Polisi

“Sudah kurang lebih sebulan api terus saja menjalar hingga saat ini, karena api membara di dalam gambut kemudian menjalar, dan hal itulah yang sulit untuk dipadamkan,” kata Familudin.

Kades Sungai Sebesi, Nazarudin, melalui Sekdesnya, Yuspandi, mengatakan, karhutla yang terjadi di Desanya itu menghanguskan lahan seluas kurang lebih 18 hektar.

“Semua yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat, dan terluas di wilayah Parit Baru. Masyarakat bersama-sama melakukan gotong royong dengan cara membuat parit, sehingga api tidak mudah menjalar. Api saat ini juga masih tetap saja mengeluarkan asap,” kata Yuspandi.*