TANJUNGPINANG – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri menyerahkan hibah armada berupa mobil pasar murah keliling, yang diberi nama Tanggap Jaga Kestabilan Inflasi Daerah (Tanjak Indah) kepada Pemprov Kepri.

Hibah armada Tanjak Indah ini diserahkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (3/8/2026).

Selain itu, juga turut diserahkan dukungan sarana budidaya pertanian serta perikanan, kolaborasi antara Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri dengan Pemerintah Provinsi Kepri, sebagai bagian dari program sinergi pengendalian inflasi daerah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera.

Bantuan sarana budidaya pertanian serta perikanan yang diserahkan meliputi demplot cabai merah Program GEMARI 2026, yang akan diberikan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), serta paket sarana budidaya untuk sejumlah kelompok tani penerima manfaat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, Bank Indonesia merupakan salah satu mitra strategis Pemerintah Provinsi Kepri, dalam menjaga stabilitas inflasi daerah.

“Bank Indonesia Perwakilan Kepri merupakan salah satu mitra kerja penting Pemerintah Provinsi Kepri, dalam upaya pengendalian inflasi. Pengendalian inflasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan, dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujar Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, atas berbagai inovasi yang terus dilakukan dalam mendukung pengendalian inflasi, salah satunya melalui hibah armada pasar murah keliling Tanjak Indah.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia atas bantuan mobil Tanjak Indah ini. Saya minta perangkat daerah terkait memanfaatkan armada ini secara optimal, untuk mendukung operasi pasar dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.

Dia juga meminta seluruh bantuan pemerintah yang telah disalurkan, baik di sektor pertanian, peternakan maupun pangan, dapat terus dievaluasi agar benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok penerima manfaat.(*)

Previous articleBI Kepri: Ekonomi Provinsi Kepri Tahun 2026 Masih Berkinerja Positif
Next articleGubernur Ansar Pimpin High Level Meeting TPID, Distribusi Logistik Jadi Perhatian Khusus