Jasad Lud Suhadi Ditemukan di Perairan Pulau Rusa Kundur Barat, Terseret Arus Sejauh Tiga Mil

KUNDUR BARAT – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kundur Barat, Lud Suhadi (46) yang ditemukan tadi pagi, Kamis (10/5) sekitar pukul 06.00 WIB di nyatakan terseret arus sejauh tiga mil atau lebih dari empat kilometer dari tempatnya terjatuh di Mengkuse Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat. Jasadnya ditemukan di perairan Pulau Rusa Kecamatan Kundur Barat.

Ajib, yang merupakan salah seorang pengurus RAPI Kundur dan turut serta dalam tim pencari keberadaan Lud mengatakan, korban ditemukan oleh kapal nelayan yang turut serta mencari. Jasad Lud ditemukan sekira pukul 06.00 WIB dan setelah ditemukan tim langsung menuju lokasi penemuan sekitar pukul 06.30 WIB.

“Jadas Lud ditemukan tiga mil dari tempat kejadian perkara (TKP) pada pada titik kordinat 108.21.20 derajat. lintang 0.44.29 Barat Daya dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Atau sekira lebih dari empat kilometer dari tempatnya terjatuh saat memancing di Mengkuse Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat,” kata Ajib, Kamis pagi (10/5).

Korban ditemukan dalam keadaan anggota tubuh yang masih lengkap, begitupun pakaian yang dikenakan juga masih utuh dengan berkaus singlet dan jelana panjang hitam.

“Cukup jauh juga jasad almarhum berhasil ditemukan, sekitar empat kilometer lah kalau tiga mil itu,” kata Ajib lagi.

Selanjutnya, jasad Lud dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat yakni Puskesmas Kecamatan Kundur Barat. Kemudian disemayamkan di rumah duka tepatnya di Mengkuse Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat.

Kondisi jasad Lud didapati ada bekas lebam pada bagian dahi. Diduga bekas terjatuh dan terkena benda keras, lalu tenggelam di laut.

Seperti diketahui, Lud Suhadi yang bertatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Satpol PP itu pergi memancing pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan sampan sendirian di perairan Mengkuse Desa sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat. Selang beberapa saat, seorang nelayan sekitar bernama Rahmad yang tengah menjaring udang sempat mendengar suara samar-samar meminta tolong namun tak dikethaui kalau suara itu adalah korban bernama Lud.

Rahmad sempat mendengar ada suara teriakan sebanyak tiga kali tapi tak diketahui suara tersebut datangnya dari mana dan tak dihiraukannya. Namun setelah saksi menyadari bahwa ada sampan yang tidak jauh dari tempatnya menjaring udang dan tidak ditemukan adanya orang pada sampan tersebut, barulah Rahmad menyadari bahwa ternyata ada korban yang berteriak meminta tolong karena terjatuh dari sampan.

Rahmad pun sempat mengitari sampan yang ditemukannya untuk mencari sosok yang meminta tolong. Namun tak berhasil menemukan korban yang telah tenggelam. Karena tak menemukan siapapun pada sampan tersebut, ia naik kedarat dan memberitahukan kepada rumah-rumah penduduk.

Sejak Selasa malam (8/5) tim gabungan yang terdiri dari Tagana, Basarnas, RAPI, aparat keamananan dan masyarakat mencari keberadaan korban namun tak berhasil. Samapi pada tadi pagi, Kamis (10/5) akhirnya jasad Lud pun ditemukan.

Rencananya, jenazah Lud akan dikebumikan siang ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mengkuse Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat.(*)