Pedagang Pasar Baru Meral Keluhkan Atap Bocor, Dibangun Dari Dana APBN Senilai Rp6 M

MERAL – Pedagang Pasar Baru Meral Kelurahan Meral Kota Kecamatan Meral mengeluhkan kondisi pasar yang bocor. Padahal baru seminggu ditempatu pasar yang telah siap dibangun awal tahun 2018 ini.

Mereka menyampaikan keluhan itu ketika Bupati Karimun Aunur Rafiq usai meresmikan pemakaian pasar dan langsung meninjau lapak para pedagang, Senin (30/4).

“Kalau bisa segera dicarikan solusi pak, dagangan saya pasti basah semua kalau hujan. Cuma di titik ini saja bocor. Semua pedagang yang baru berjualan disini tahu kalau lapak saya ini bocor, tapi mau ngadu kemana saya pun tak tahu. Makanya kebetulan Pak Bupati kesini saya sampaikan,” kata seorang ibu yang berjualan sayuran dan beberapa bumbu dapur.

Tidak hanya bocor, seluruh pedagang pun mengeluhkan panas yang terasa begitu menyengat, akibat atap pasar yang dipasang transparan sehingga panas matahari langsung tembus. “Baru seminggu kami tempati pasar ini,” katanya lagi.

Menanggapi hal itu, Rafiq pun memina kepada para pedagang untuk bersabar. Aktifitas jualan harus tetap dilaksanakan karena sudah diberikan bantuan dari pemerintah pusat maka harus dimanfaatkan.

“Yang bocor itu tidak ada masalah, tadah airnya saja yang bocor dan nanti segera diperbaiki oleh kontraktor. Karena kan sekarang ini masih dalam masa pemeliharaan. Kalau atapnya itu tidak bisa kita ganti, tunggu kalau sudah diserahterimakan oleh pusat, lalu kita serahkan ke Perusda sehingga segera kita ganti atapnya,” kata Rafiq.

Adapun anggaran pembangunan pasar tersebut berumbser dari APBN yang dialokasikan melalui Kementerian Perdagangan, senilai Rp6 Miliar dan dikerjakan tahun 2017 lalu, selesai dikerjakan awal tahun 2018. Dengan jumlah lapak pedagang secara keseluruhan mencapai 206 lapak.

Dia juga meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengalokasikan anggaran pada APBD Perubahan memasang pavingblok pada bagian luar pasar, serta pengaspalan jalan masuk menuju pasar.(abdul gani)