pemerintah-indonesia-minta-dua-negara-korea-menahan-diri-dari-perang

 

 

+

+

+

Pemerintah Indonesia terus mengawasi perseteruan dua negara di Semenanjung Korea. Dari pantauan tersebut, pemerintah Indonesia meminta kedua negara Korea ini untuk saling menahan diri.

“Indonesia menyerukan kedua belah pihak untuk tetap tenang dan saling menahan diri,” dikutip dari pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima merdeka.com, Minggu (23/8).

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia menilai ketegangan yang terjadi antara dua negara tetangga ini dapat mengganggu ketenangan kedua negara.

“Indonesia sangat mengharapkan agar kedua negara dapat menyelesaikan permasalahan ini secara damai, dengan bermusyawarah,” tulis pernyataan tersebut.

Pada Kamis lalu, tentara kedua negara terlibat baku tembak di kawasan zona demiliterisasi (DMZ di Gyeonggi. Akibat baku tembak itu, warga sipil diperintahkan untuk menutup toko atau meninggalkan rumah menuju bunker.

Selain aksi baku tembak, Korut juga menembakkan beberapa rudal kecil berukuran 155 mm.

Awal mula peristiwa baku tembak ini adalah adanya semacam rekaman yang diputar tentara Negeri K-Pop dengan pengeras suara. Menurut Korut, rekaman tersebut berupa provokasi.

Provokasi yang dimaksud adalah siaran propaganda bernada menghina Korut yang diputar pengeras suara di area tentara Korsel yang sedang menjaga perbatasan.

“Rekaman yang diputar itu jelas wujud tantangan pada kedaulatan Korea Utara. Bila siaran ini tidak dihentikan dalam jangka 48 jam, maka militer kami akan mengambil tindakan serius,” tulis pernyataan Korut.

+
Sumber : Merdeka.com