Donald Trump Ditertawakan Di forum Sidang Umum PBB

NEW YORK – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menjadi bahan tertawa para peserta forum, saat berpidato di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Trump memulai pidatonya dengan menegaskan kembali perspektif “America First”. Seperti dilansir Bloomberg, Rabu (26/9/2018), brelanjut dengan mengecam rezim  Iran dan Venezuela.

Trump berpidato seolah-olah sedang berkampanye di dalam negaranya, dengan menyampaikan  pencapaian saat pemerintahannya dan statistik ekonomi AS.

“Pemerintahan saya telah mencapai lebih dari semua dalam sejarah negara AS,” kata Trump, lewat pernyataan yang sejatinya mengundang tepuk tangan meriah di gedung sidang umum PBB, tapi peserta forum PBB justru menertawakannya.

“Tidak mengharapkan reaksi itu, tapi tidak apa-apa,” sebut Trump sambil tersenyum.

Hampir dua tahun pemerintahannya, pidato Trump di PBB menggambarkan untuk dirinya mendapat tempat di dunia. Namun sebagian besar para pemimpin dunia justru merasa bingung dengan isi pidato Trump, khususnya dari delegasi Jerman dan Swedia.

Trump mengkritik sekutunya AS, Jerman, karena menjalin hubungan dengan Rusia. Dia juga bersikeras bahwa negara-negara lain harus menghormati kedaulatan AS sebelum mendesak mereka untuk menolak sosialisme. Pejabat Swedia terlihat bingung dengan pernyataan Trump pada saat itu.

Pidato berdurasi 34 menit itu hanya memberikan pujian kepada beberapa negara terpilih, khususnya Korea Utara (Korut). Padahal dalam pidato tahun lalu, Trump mengkritik Korut dengan menyebutkan “rezim bejat”.

“AS akan selalu memilih kemandirian dan kerja sama untuk pemerintahan global, kontrol, dan dominasi,” kata Trump.

Dia menuntut pembubaran Pengadilan Pidana Internasional. Trump pun memuji keputusannya mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada awal tahun ini.

Menurutnya ini sebagai protes AS atas kritik terhadap perlakuan Israel terhadap Palestina. Ia juga mendukung keputusan AS untuk tidak mendukung badan global PBB untuk migrasi. “Kami tidak akan diatur oleh badan internasional yang tidak bertanggung jawab kepada warga kami sendiri,” katanya.

AS adalah satu dari lima negara dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB. Ia juga menyampaikan keluhan terkait sikap sekutu AS yang hanya memperoleh bantuan AS tanpa memberikan imbalan apa pun.

“Kedepan, kami hanya akan memberikan bantuan asing hanya kepada mereka yang menghormati kami dan paham berteman dengan kami. Kami tidak akan tahan untuk menunggu lama proses yang mengerikan lagi. Amerika Serikat adalah penyedia bantuan asing terbesar, tetapi hanya sedikit yang memberikan balasan. Itu sebabnya kami sangat mempertimbangkan bantuan asing,” katanya.

Trump menyebut Cina menyalahgunakan praktik perdagangan, dan dia juga mengeluhkan sikap negara-negara OPEC. Harga minyak terus meningkat sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dan memberlakukan sanksi terhadap ekspor minyak negara itu.

Iran adalah target utama Trump dalam pidato tersebut Ia berharap melalui pidatonya agar seluruh dunia juga memiliki pandangan yang sama terhadap Teheran.

“Para pemimpinnya menabur kekacauan, kematian dan kehancuran. Mereka tidak menghormati perbatasan tetangga atau hak dari sebuah negara yang berdaulat,” pungkasnya.*