KUNDURNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura saat menghadiri rapat kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2026 di Hotel Marumatta Senggigi Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026).

Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, penguatan UMKM di Provinsi Kepri memiliki arti penting, karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan pelaku usaha, penguatan ekonomi lokal, hingga perluasan akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah.

“Tema yang diangkat dalam Raker APPSI sangat relevan dengan kondisi perekonomian Kepri, yang memiliki potensi besar di sektor perdagangan, industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.

Menurutnya, UMKM merupakan pondasi ekonomi kerakyatan yang terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan.

“UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui forum APPSI ini kita berharap lahir berbagai kebijakan dan kolaborasi, yang mampu mendorong UMKM di seluruh Indonesia termasuk di Kepri, agar semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” sebut Nyanyang Haris Pratamura lagi.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM melalui kemudahan perizinan, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital.

Nyanyang Haris Pratamura berharap, hasil Raker APPSI tidak berhenti pada tataran rekomendasi, tetapi mampu diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami ingin UMKM Kepri semakin inovatif, memanfaatkan digitalisasi, memperluas jaringan pemasaran, serta mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin berkualitas dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” tambahnya.

Dia juga menilai sinergi antarpemerintah provinsi menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan UMKM. Melalui APPSI, berbagai praktik terbaik dari setiap daerah dapat saling dipelajari dan diadaptasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Bagi Kepri tambah Nyanyang Haris Pratamura lagi, berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia, merupakan penguatan UMKM dalam membuka peluang besar untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Raker tersebut mengusung tema Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, yang dihadiri lebih dari 24 Gubernur dan Wakil Gubernur se-Indonesia, sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.(*)

Previous articlePencuri Sepeda Motor di Kelenteng Berhasil Ditangkap Polsek Balai Karimun
Next articlePemprov Kepri Siap Gelar Peringatan HAN 2026 Pekan Depan