NATUNA, Kundurnews.co.id – Kepala Fuel Terminal Pertamina Natuna, Pranoto, menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyaluran Biosolar bersubsidi di SPBU bukan hanya menjadi tanggung jawab Pertamina, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, masyarakat, hingga konsumen.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait sempat kosongnya Biosolar di sejumlah SPBU di Ranai dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Pranoto, Pertamina memastikan stok Biosolar di Fuel Terminal Natuna tetap dalam kondisi aman. Namun, ketersediaan BBM di tingkat SPBU dipengaruhi oleh pengelolaan kuota dan pola penyaluran di masing-masing SPBU.
“Kalau memang ada indikasi pelanggaran, pengawasannya menjadi tanggung jawab bersama. Dari Pertamina sendiri ada mekanisme pembinaan dan sanksi internal apabila terbukti terjadi pelanggaran,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, setiap SPBU memperoleh kuota Biosolar yang harus dikelola agar mencukupi hingga periode penyaluran berikutnya.
“Misalnya satu SPBU mendapat kuota 30 kiloliter. Kalau dalam beberapa hari permintaan meningkat dan pembelian lebih banyak dari biasanya, stok di SPBU bisa lebih cepat habis,” jelasnya.
Pranoto menambahkan, selama kuota SPBU masih tersedia, pengelola dapat kembali mengambil pasokan Biosolar dari Fuel Terminal. Namun, apabila kuota telah habis lebih cepat karena tingginya penyaluran, maka SPBU berpotensi mengalami kekosongan hingga alokasi berikutnya.
Selain meningkatnya permintaan, ia juga menyinggung adanya praktik pelansir yang dapat mempercepat habisnya stok BBM subsidi apabila tidak diawasi dengan baik.
“Kalau ada pelansir yang membeli berulang-ulang, tentu stok bisa lebih cepat habis. Karena itu perlu pengawasan bersama,” katanya.
Berdasarkan pemantauan Pertamina, pelayanan pengisian Biosolar di SPBU telah kembali berjalan sejak Minggu dan masih berlangsung hingga saat ini.
Terkait penyebab sempat kosongnya Biosolar di sejumlah SPBU, Pranoto menyebut hal tersebut lebih berkaitan dengan operasional dan pengelolaan di masing-masing SPBU.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kundurnews.co.id masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU untuk memperoleh penjelasan terkait penyebab sempat kosongnya Biosolar di tingkat penyaluran. Keterangan dari pihak SPBU akan disajikan pada pemberitaan selanjutnya agar informasi yang diterima masyarakat tetap utuh, berimbang, dan sesuai fakta. (Remon).




























































