Jpeg
Jpeg
Jpeg

+

Yayasan Jembia Emas, kini resmi berdiri. Secara simbolis peresmian yayasan di bawah naungan Riau Pos Grup (RPG) tersebut ditandai dengan dipencetnya tombol secara bersama-sama oleh Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, Chairman RPG Rida K Liamsi sekaligus pembina Yayasan Jembia Emas, dan Ketua Yayasan Jembia Emas, Ramon Damora, dalam acara bertajuk peluncuran Yayasan Jembia Emas di Hotel Nagoya Plaza, Rabu (25/11) lalu.
Dalam sambutannya, Rida K Liamsi mengatakan Yayasan Jembia Emas dibuat untuk menjaga dan mengembangkan seni warisan budaya nusantara, khususnya budaya Melayu. “Yayasan seperti ini akan dibuat dimana Riau Pos Grup berada. Setelah di Batam akan kita buat di Padang, selanjutnya di Medan. Kalau di Pekanbaru sudah ada. Ini sebagai komitmen kita dalam menjaga seni budaya,” kata Rida.
Sebagai bentuk komitmen tersebut salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah membuat halaman khusus di media cetak. Di halaman tersebut khusus berisi tentang budaya, contohnya, puisi, cerpen, esai, dan liputan kebudayaan. “Kalau di Batam terbit di Batampos, terbit setiap hari Minggu, nama halamannya Jembia,” ungkapnya. Ditambahkan Rida, ke depannya Yayasan Jembia Emas akan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang berkomitmen terhadap seni dan budaya di Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya Rida berharap Yayasan Jembia Emas, bisa mengikuti langkah Yayasan Sagang yang sudah 20 tahun eksis di Pekanbaru.
Sementara itu Ahmad Dahlan, mengapresiasi ha dirnya Yayasan Jembia Emas di Batam. “Saya lihat Batam memang ditakdirkan begini, ada yang ngurus industri, ada yang ngurus politik dan ada yang ngurus budaya,” ujar Dahlan. Dia pun berharap Yayasan Jembia Emas terus berkembang dan memberikan kontribusinya dalam menjaga seni dan budaya.
Dalam acara tersebut juga dilakukan pembacaan komitmen redaktur halaman budaya di media cetak dan TV di lingkungan Riau Pos Grup, yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Jembia Emas, Ramon Damora. Salah satu komitmennya redaktur budaya akan bersinergi dan berbagi informasi dalam karya seni dan budaya.
Acara kemudian diisi dengan pembacaan sajak, puisi oleh penyair-penyair, seperti Samson Rambah Pasir, Huznizar Hood (Ketua Dewan Kesenian Kepri), Rida K Liamsi, dan sejumlah penyair lainnya. Acara kemudian ditutup dengan pembacaaan puisi oleh Sutardji Colzoum Bachri, yang dikenal sebagai presiden penyair Indonesia.

Sumber : Batamclik