
NATUNA — Berbagai kebutuhan masyarakat mengemuka dalam kegiatan Reses II Tahun Anggaran 2026 anggota DPRD Kabupaten Natuna Daerah Pemilihan (Dapil) I, Henry FN yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Jek, di Batu Ampar, Senin malam.
Kegiatan yang berlangsung di TPQ Batu Ampar tersebut dihadiri Lurah Ranai, Ketua RW, Ketua RT serta masyarakat dari RT 05 dan RT 06 RW 01.
Dalam pertemuan itu, sejumlah aspirasi disampaikan warga, mulai dari perbaikan drainase, lampu penerangan jalan, jaminan kesehatan hingga persoalan infrastruktur jalan.
Lurah Ranai turut menyampaikan harapan agar anggota DPRD dapat menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan pemerintah daerah, sehingga aspirasi yang disampaikan warga tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat diperjuangkan hingga terealisasi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Henry FN mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan tetap ditampung untuk kemudian disesuaikan dengan mekanisme perencanaan serta kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini membuat proses perencanaan pembangunan harus dilakukan secara lebih ketat. Karena itu, tidak semua usulan masyarakat dapat direalisasikan secara bersamaan.
Meski demikian, Henry memastikan Batu Ampar serta Batu Ampar Atas tetap mendapat perhatian dalam proses perencanaan pembangunan.
“Untuk daerah ini hampir setiap tahun ada aspirasi terealisasi. Mungkin saya sudah jatuh cinta dengan Batu Ampar maupun Batu Ampar Atas. Dengan kondisi anggaran yang minim, Batu Ampar tetap ada,” ujar Henry.
Ia menyebut, salah satu bentuk perhatian terhadap kawasan ini adalah pembangunan jalan menuju pemakaman yang direncanakan pada tahun ini.
Henry mengakui, perjuangan merealisasikan aspirasi masyarakat akan lebih mudah ketika dukungan anggaran tersedia. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat setiap usulan harus disusun berdasarkan skala prioritas.
“Kalau anggaran besar semua aspirasi enak kita realisasikan semua. Tapi sekarang perencanaan kita sudah ketat, karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Henry juga menanggapi usulan pembangunan mushala yang disampaikan masyarakat. Ia meminta agar usulan tersebut kembali diajukan melalui mekanisme yang sesuai karena terdapat perubahan perangkat daerah yang menangani program tersebut.
“Untuk musala, diminta usulan baru karena ada perubahan. Kalau dulu kan di Perkim, sekarang sudah di Kesra,” jelasnya.
Henry juga mengingatkan masyarakat agar setiap kebutuhan pembangunan yang dianggap penting dapat dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.
Menurutnya, usulan yang telah masuk Musrenbang tetapi belum dapat direalisasikan pada tahun berjalan tidak berarti aspirasi tersebut berhenti.
“Kalau ada aspirasi yang sudah masuk Musrenbang, tapi tidak terealisasi di tahun ini, kita akan masukkan lagi untuk perencanaan tahun 2028,” ujarnya.
Sementara untuk usulan yang belum masuk Musrenbang, masyarakat diminta segera menyampaikannya melalui tahapan perencanaan di tingkat kelurahan dan kecamatan agar dapat diteruskan ke tingkat kabupaten.
“Yang belum masuk, kita usahakan masuk Musrenbang kelurahan, kecamatan, terus kabupaten,” katanya.
Henry menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses akan menjadi catatan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
Ia berharap kondisi keuangan daerah ke depan semakin membaik sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi lebih besar dan semakin banyak aspirasi masyarakat yang dapat direalisasikan.
“Kita berharap ke depan anggaran menjadi lebih lagi, agar banyak aspirasi yang bisa direalisasikan,” pungkasnya.
Reses II Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat Batu Ampar dengan wakil rakyat. Warga dapat menyampaikan berbagai kebutuhan lingkungan sekaligus mengetahui tahapan yang harus ditempuh agar aspirasi pembangunan dapat masuk dalam perencanaan pemerintah daerah. (Remon)

























































